Laman

Tampilkan postingan dengan label TENTANG METODE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TENTANG METODE. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2014

METODE TAKTIS


Suatu Metode yang kami kembangkan dengan konsep REAL & EASY MATHEMATIC (REM) yaitu konsep pembelajaran Matematika dengan penerapan Logika (penalaran) dan Realita secara optimal.

LOGIKA ?

Ya. Karena hal ini penting sekali bagi perkembangan penalaran anak. Banyak sekali anak yang beranggapan bahwa Matematika seolah-olah tidak berhubungan dengan kenyataan. Hal ini bisa dibuktikan misalnya : banyak anak-anak yang belum bisa menimbang berat benda dengan timbangan walaupun mereka sudah belajar tentang satuan ukuran berat, tidak mengerti tentang keliling, luas, volume, dsb.

Pengalaman selama bertahun-tahun bersentuhan dengan anak-anak, membuat kami mendapatkan kesimpulan bahwa tanpa dibarengi dengan pembelajaran yang REAL (nyata) membuat anak memiliki panalaran yang rendah, mudah lupa dan pemahaman yang tidak tuntas.

Atas dasar berbagai permasalahan tersebut diatas itulah kami menyusun sebuah Metode pembelajaran Matematika yaitu :



Materi pembelajaran Metode Taktis meliputi :

     1.    Berhitung bilangan dasar (Tambah, Kurang, Kali, Bagi) secara Taktis, Mandiri dan                 tanpa alat.
2.    Penguasaan Materi untuk Sekolah Dasar dengan cara Taktis.
3.    Berhitung cepat dengan cara Taktis. 

PENTINGNYA MEMAHAMI MATEMATIKA DASAR DENGAN BAIK


Tentu semua sudah mengetahui bahwa mata pelajaran Matematika adalah berbeda dengan mata pelajaran yang lain, karena saling keterkaitan yang begitu erat antara materi yang satu dengan materi lainnya. Artinya proses belajar Matematika terjadi secara berurutan sejak SD, SMP dan seterusnya.

Maka akan sangat fatal jika anak-anak kita tidak berhasil memahami materi pelajaran Matematika ketika SD. Dan sudah bisa dipastikan bahwa mereka akan semakin kesulitan ketika belajar di SMP, apalagi nanti di SMA. 

Inilah yang banyak terjadi pada anak-anak kita, yang akhirnya mereka menjadi takut, benci, malas, tidak suka atau semacamnya terhadap Matematika.
Lalu apa penyebabnya?

Setelah kami telusuri dan kami analisa, ternyata penyebabnya adalah berawal dari kegagalan mereka dalam menguasai berhitung dasar (tambah, kurang, kali, bagi). Hal inilah yang membuat anak-anak kesulitan menyerap materi-materi Matematika yang diajarkan.

Survey Membuktikan !

Untuk uji analisa, kami pernah melakukan survey terhadap + 100 siswa kelas VI SD. Dan hasilnya sungguh mengagetkan, karena lebih 75% anak-anak tersebut tidak memahami berhitung dasar dengan baik. Tidak percaya ….? Silakan buktikan sendiri di lingkungan sekitar anda !

Lalu bagaimana mereka belajar Matematika selama ini? Ternyata mereka banyak mengandalkan TABEL (Perkalian dan Pembagian). Hal ini tentu sangat tidak menguntungkan terhadap perkembangan mental dan kemandirian anak.

SOLUSI dan KESIMPULAN

Melihat realita yang ada, akhirnya kami menyimpulkan bahwa anak-anak perlu sekali belajar dengan METODE atau CARA yang mudah dipahami dalam berhitung dasar.

Jadi kesimpulannya adalah : Sejak awal atau sejak Sekolah Dasar, anak-anak MUTLAK harus menguasai BERHITUNG DASAR dengan baik dan mandiri. Bukan dengan TABEL apalagi KALKULATOR.